Cara Mendaftar Kartu Perdana Operator Telkomsel

Pemberlakuan peraturan Kemenkominfo tentang pendaftran kartu perdana membuat para pengguna bingung, banyak kasus telah ditemui di outlet-outlet penjual kartu SIM.

Nah dalam hal ini Admin ingin membagi sedikit cara registrasi kartu perdana Telkomsel.

salah satu syarat utama pembelian kartu SIM perdana adalah "MEMBAWA DAN MENUNJUKKAN KARTU IDENTITAS KEPADA PENJUAL" dan pastikan anda membeli kartu perdana pada outlet yang sudah terdaftar pada operator kartu SIM yang anda beli...!! 


  • Masukkan nama lengkap 
  • Masukkan Tempat lahir
  • Masukkan Tanggal Lahir
  • Masukkan Identias (KTP, SIM, KITAS)
  • Masukkan Alamat Lengkap
  • Submit data registrasi
  • Kemudian anda akan mendapatkan SMS konfirmasi dari nomor 4444 dengan pesan "silahkan daftarkan Outlet ID lewat SMS 1818 oleh Outlet / Penjual
  • Selama pelanggan belum mengirimkan SMS Outlet_ID ke 1818, nomor tersebut tidak bisa melakukan outgoing call dan data connection, tetapi masih dapat mengirimkan SMS registrasi
  • Kirimkan SMS dengan Outlet_ID yang  valid ke 1818 dengan format  SMS: POSID
  • Jika Outlet_ID yang dimasukkan tidak valid maka pelanggan akan menerima SMS notifikasi dengan pesan "Pelanggan Yth, Kode ID Outlet/Grapari yang Anda masukkan salah, mohon bisa menghubungi kembali Outlet/grapari tempat Anda membeli perdana prabayar Anda".
  • Jika Outlet_ID valid maka pelanggan akan menerima SMS notifikasi berhasil dengan Pesan : "Pelanggan Yth, Layanan prabayar Anda telah telah dapat digunakan.Terima kasih".
  • Jika Registrasi berhasil dilakukan maka Nomor outlet/penjual yang Outlet_ID-nya digunakan untuk registrasi kartu perdana juga menerima notifikasi SMS dengan pesan " Mitra Yth, Layanan Kartu prabayar telah telah dapat digunakan oleh pelanggan Terima kasih".
  • Setelah dilakukannya registrasi oleh penjual dan mendapatkan SMS notifikasi berhasil maka kartu pedana tersebut sudah dapat digunakan.
NOT : Setiap Outlet/Penjual memiliki ID outlet yang berbeda-beda, Id Outlet bisa anda dapatkan dari masing-masing sales resmi pemasok kartu perdana kepada outlet.

Jika anda para penjual yang belum memiliki ID Outlet anda dapat menghubungi sales resmi operator SIM yang anda jual, misalnya anda menjual kartu SIM operator Telkomsel anda dapat mendaftarkannya di GRAPARI. cara ini sesuai dengan :PERATURAN KEMENKOMINFO TENTANG PENDAFTARAN KARTU SIM BARU

Cara Melakukan Registrasi Kartu Sim Baru




Pasca pemberlakuan peraturan resmi registrasi Kartu SIM Perdana yang dikeluarkan oleh Kemenkominfo Berikut adalah cara melakukan Pendaftaran kartu SIM yang baru dibeli sesuai dengan peraturan Kementrian Komunikasi Dan Informatika.

  1. Pengguna atau pembeli kartu SIM perdana diwajibkan menunjukkan kartu identitas resmi yang masih berlaku baik berupa KTP, Kartu Pelajar, Sim, dan sebagainya.
  2. pendaftaran kartu SIM selanjutnya dilakukan oleh sipenjual, dimana si penjual sudah terdaftar sebagai Outlet resmi dari operator.
  3. kemudian penjual menginput semua data yang diminta saat registrasi sesuai dengan kartu identitas si pembeli.
  4. setelah tiga tahap tersebut kartu perdana diaktifkan oleh si penjual dan kartu SIM tersebut sudah bisa dipakai.


Peraturan Kemenkominfo Tentang Pendaftaran Kartu Sim Baru

Kemenkominfo Akhirnya mengeluarkan peraturan terbaru mengenai ketentuan  pendaftaran karu sim perdana baik prabayar maupun sim pasca bayar yang harus didaftarkan melalui Outlet ressi, peraturan terbaru ini mulai diberlakukan mulai tanggal 15 Desember 2015.

Hal ini sesuai peraturan Kemenkominfo nomor 23/M.Kominfo/10/2005, dimana masyarakat yang membeli kartu perdana diwajibkan menunjukkan kartu identitas pembeli baik berupa KTP, Kartu Pelajar, Kartu Mahasiswa dan SIM. Dan didaftar oleh sipenjual kartu perdana tersebut sehingga masyarakat tidak bisa mendaftarkan kartu perdananya sendiri.

Sebelum diberlakukan peraturan tersebut pembeli dapat melakukan registrasi ke nomor 4444, maka setelah berllakunya peraturan terbaru ini hal tersebut tidak dapat dilakukan lagi. registrasi ke nomor 4444 hanya dapat dilakukan oleh penjual yang sudah terfdaftar atau identitas yang sudah tercatat di operator, sehingga para penjual yang belum terdaftar tidak dapat melakukan registrasi kartu sim tersebut.

Not : Data pelanggan atau pembeli karu sim tidak disimpan oleh para penjual melainkan data tersebut tersimpan pada operator seluler yang mengeluarkan Sim Card tersebut seperti TELKOMSEL, INDOSAT, TRI dan sebagainya. Pemberlakuan peraturan ini untuk mencegah registrasi karu sim yang asal asal yang banyak dipergunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan seperti pesan spam atau telepon gelap dan hal yang lainnya.

Baca Juga Cara Daftar Kartu Sim Baru

SEJARAH TSUNAMI PURBAKALA TERUNGKAP DI GUA ACEH

Musibah Tsunami Aceh pada 26 Desember 2015 masih banyak menyisakan duka bagi masyarakat Aceh, banyak cerita yang masih tersimpan dalam lubuk hati korban musibah tersebut,
Aceh Adalah sebuah Provinsi yang terletak di ujung pulau Sumatera ternyata masih menyimpan sejarah terjadinnya bencana alam yang sangat dahsyat itu.

Sebuah gua yang ditemukan dekat lokasi tsunami di Lhong, Aceh memiliki jejak-jejak ombak raksasa yang berasal sampai 7.500 tahun yang lalu, sebuah catatan alam langka yang menunjukkan bahwa bencana berikutnya dapat terjadi berabad-abad lagi, atau mungkin dalam beberapa dasawarsa.

Penemuan ini memberikan garis waktu terpanjang dan paling rinci untuk tsunami-tsunami yang telah terjadi di provinsi Aceh. Salah satunya adalah ombak-ombak setinggi 30 meter yang dipicu gempa berkekuatan 9,1 Skala Richter pada 26 Desember 2004, yang menewaskan 230.000 orang di beberapa negara, lebih dari setengahnya di Indonesia.

Gua batu kapur tersebut, hanya beberapa meter dari pantai dekat Banda Aceh, adalah sekitar 1 meter di atas air pasang setinggi lutut dan terlindung dari badai dan angin. Hanya ombak-ombak besar yang membanjiri daerah pesisir yang dapat memasuki gua tersebut.

Para peneliti pada 2011 menggali endapan pasir yang tersapu ke gua tersebut selama ribuan tahun dan menumpuk dengan rapi antara kotoran kelelawar seperti lapisan geologis. Analisis radiokarbon dari materi-materi tersebut, termasuk kulit kerang dan sisa-sisa organisme mikroskopis, memberikan bukti mengenai 11 tsunami sebelum 2004.

Bencana-bencana itu tidak terjadi secara merata, ujar pemimpin penelitian Charles Rubin dari Observatorium Bumi Singapura. Tsunami terakhir sebelum 2004 terjadi 2.800 tahun lalu, namun ada empat lainnya yang terjadi 500 tahun sebelumnya. Ada kemungkinan terjadi tsunami-tsunami lainnya. Para peneliti mengetahui, misalnya, bahwa ada dua gempa bumi dahsyat di wilayah tersebut sekitar 1393 dan 1450. Rubin mengatakan tsunami besar mungkin telah menyapu bukti-bukti peristiwa lainnya lewat erosi. 

Para ilmuwan masih bekerja untuk menentukan ukuran ombak yang memasuki gua. "Pesan dari penemuan ini adalah bahwa mungkin peristiwa pada 2004 tidak berarti tidak akan terjadi lagi dalam 500 tahun mendatang,” ujar Rubin, dengan menambahkan bahwa gua itu ditemukan tanpa sengaja dan bukan merupakan bagian dari rencana kerja.

"Kami melihat tsunami-tsunami itu berentetan lebih dekat seiring waktu. Saya tidak akan mengeluarkan peringatan bahwa kita akan mengalami gempa bumi lagi, namun hal ini menunjukkan bahwa waktunya sangat bervariasi.”

Gempa yang memicu tsunami 2004 mengejutkan para ilmuwan karena retakan Bumi yang mengeluarkan guncangan dahsyat itu telah berdiam diri selama ratusan tahun. Dan karena gempa besar terakhir mengguncang lebih dari 500 tahun sebelumnya, tidak ada sejarah verbal yang tersisa yang dapat membantu orang memahami risiko tersebut. Sejak 2004, sebagian besar riset telah dilakukan untuk mencoba memahami masa lalu daerah tersebut dengan mengamati endapan-endapan pasir, karang dan data GPS “Penemuan-penemuan ini sangat signifikan,” ujar Katrin Monecke, profesor geosains dari Wellesley College di Massachusetts. Ia meneliti endapan pasir tsunami yang ditemukan di rawa-rawa daerah tersebut, namun tidak terlibat dalam penelitian di gua, yang dipresentasikan bulan ini di sebuah konferensi Serikat Geofisika Amerika di San Francisco. "Lapisan-lapisan pasir di gua memiliki jangka waktu yang panjang dan memberikan konsep yang sangat baik mengenai kekerapan gempa bumi.”

Meski tersimpan lama di gua, Rubin mengatakan endapan pasir tersebut tidak memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas mengenai kekerapan tsunami atau kapan peristiwa itu dapat terjadi dalam waktu relatif dekat. Ahli geologi Kerry Sieh, direktur lembaga di Singapura dan juga bagian dari penyelidikan di gua, telah memperkirakan bahwa gempa dahsyat dapat mengguncang wilayah ini dalam beberapa dekade mendatang. Gempa cenderung datang dalam siklus dan guncangan 2004 memberi tekanan lebih pada lapisan Bumi. Namun, sejarahnya sangat bervariasi sehingga mustahil meramalkan secara tepat. “Dengan mempelajari jenis-jenis tsunami yang terjadi di masa lalu, mungkin kita dapat merencanakan mitigasi untuk tsunami berikutnya,” ujar Nazli Ismail, kepala departemen fisika dan geofisika di Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, yang juga bekerja dalam proyek tersebut. (AP/Margie Mason)

Sumber : http://www.voaindonesia.com